Sinergi Merketplace - simpleaja.id

PENANGKAPAN JANTE ARKIDAM HEBOHKAN IMAH SENI CIMAHI

Spread the love

SinergiNews – Kota Cimahi, 31/03/2022. Jante Arkidam adalah seorang jagoan (bisa disebut preman atau residivis) yang sangat disegani dan ditakuti. Dia adalah momok bagi si kaya dan institusi penyimpan harta. Meski disimpan serapat mungkin, tapi usaha itu tak berguna, karena dialah Jante Arkidam.

Dia sangat sakti, terbukti dari penggambaran, “Tajam tangannya lelancip gobang.” Bahkan, “Dinding tembok hanyalah tabir embun. Lunak besi dilengkungnya. Tubuhnya lolos di setiap liang sinar.”

Dan pada suatu malam, beraksilah dia. “Malam berudara tuba. Jante merajai kegelapan. Disibaknya jeruji besi pegadaian” Setelah itu, dia pun berpesta pora sambil sesumbar memanggil-manggil mantripolisi dan wedana.

Silahkan Baca Juga :  KOMNAS HAM BEBERKAN FAKTA SOAL KERANGKENG TERBIT

Dengan rasa takut, mantripolisi dan wedana saling berpandangan. Dengan sedikit tak percaya, mereka berkata, “Telah dibongkarnya pegadaian malam tadi/Dan kini ia menari!” Bahkan selanjutnya Arkidam malah balik menantang, “Aku, akulah Jante Arkidam. Siapa berani melangkah kutigas tubuhnya bak batang pisang. Tajam tanganku selancip gobang. Telah ku lipat jeruji besi.”

Meski demikian, tak ada yang berani menangkapnya. Pesta dan perjudian pun tetap berlanjut dengan dimeriahkan tarian ronggeng. Sloki demi sloki minuman keras ditenggaknya. Hingga ketika dia telah mabuk dan tak sadarkan diri, barulah maling sakti itu diringkus.

Keseruan “pintonan” cerita Jante Arkidam karya Ajip Rosidi mampu menghipnotis penonton untuk turut bersenandung. Iringan “Ding dudimpak duding dung gem, ding dudimpak duding dung gem, ding dudimpak duding dung gem…,” menghangatkan monolog epik yang dibawakan Hermana HMT, S.Sn.

Silahkan Baca Juga :  POLRES ACEH UTARA PERHATIKAN KESEJAHTERAAN PERSONEL

Teater Harus Memasyarakat

Foto bersama Pengurus Dewan Kebudayaan Kota Cimahi, usai acara OSPEK yang diproduseri oleh Riki Maulana (paling kanan).

Pada peringatan Hari Teater se Dunia tahun ini, Komite Teater (Dewan Kebudayaan Kota Cimahi) menggelarnya dipelataran Imah Seni Kota Cimahi pada Kamis, 31 Maret 2022.

Selain monolog berbahasa Sunda dari Ketua DKKC (Hermana HMT), Ki Sastro pun turut tampil dengan membawakan puisi ciptaannya berjudul Derana dan Harapan.

OSPEK (Obrolan seputar Kebudayaan) Peringatan Hari Teater se Dunia. Narasumber: Dian Ardiansyah (kiri), Dede Syarif HD (tengah) dan Moderator: Almira Nurfarisi Sugiarto (kanan) – Kamis, 31/3/2022. (Foto: Humas DKKC)

Konten utama dalam kegiatan ini adalah OSPEK (Obrolan Seputar Kebudayaan). Dian Ardiansyah selaku sutradara/aktor teater dan Dede Syarif HD yang merupakan pelaku/pengajar seni menjadi narasumber.

Mereka mengangkat topik “Teater di Dunia Pendidikan, Teater di Masa Pandemi dan Pasca Pandemi”. Almira Nurfarisi Sugiarto memandu acara sebagai moderator.

Silahkan Baca Juga :  CERPEN: KEJORA TENGAH HARI

Dian berharap para pelaku teater Kota Cimahi tidak terpaku pada keberadaan gedung-gedung kesenian. “Gunakanlah ruang-ruang publik terbuka, agar lebih bebas dalam berekspresi dan tidak terbelenggu oleh berbagai aturan, apalagi pada masa pandemi ini. Hal terpenting adalah penggiat teater harus mampu mengembangkan jejaring,” ungkapnya.

Senada dengan narasumber sebelumnya, Dede Syarif HD pun berpesan agar hari teater harus terus diperingati dan tidak monoton setiap tahunnya.

“Insan teater harus mampu ciptakan harmoni dan harus bisa kaderisasi pada generasi muda. Kita upayakan setiap sekolah memiliki komunitas-komunitas teater,” tandas Dede yang juga pemilik dari Visi Sinema Pro.***

Penulis/Penyunting: Fajar

Sinergi Merketplace - simpleaja.id

About Fajar Budhi Wibowo

CEO PT. Fajar Bersinergi Wiraksara & Empowerment Activist.

Tinggalkan Balasan