RISET MENINGKATKAN KONTRIBUSI KEPADA NEGARA

SinergiNews-Jakarta, 24/11/2022. Para periset Badan Riset dan Inovasi Nasional () merupakan talenta unggul kebanggaan Indonesia. Perlu meningkatkan kontribusi kepada bangsa dan negara melalui penguasaan iptek di berbagai bidang. Pesan ini disampaikan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menjelang pengukuhan empat periset BRIN menjadi Profesor Riset.

“Salah satu yang dilakukan BRIN adalah melahirkan ahli dan pakar di berbagai bidang agar lebih berkontribusi memajukan iptek Indonesia,” ujar Handoko. Capaian yang diperoleh empat periset yang dikukuhkan menjadi Profesor Riset, menjadi gelar tertinggi yang dicapai seseorang yang berkarir sebagai periset. Kendati Profesor Riset ini bukan gelar secara kepegawaian Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun gelar ini memberikan amanah tambahan yang tidak ringan bagi yang menyandangnya.

“Profesor Riset juga memiliki tanggung jawab yang sangat besar, tidak hanya untuk dirinya sendiri namun tanggung jawab sebagai Profesor Riset. Sehingga memberikan teladan bagi periset lainnya,” lanjutnya. Secara urutan nasional, keempat periset yang akan dikukuhkan sebagai Profesor Riset yakni Augy Syahailatua (646) dari Pusat Riset Oseanografi.

Yenny Meliana (647) dari Pusat Riset Kimia Maju, Bambang Sunarko (648) dari Pusat Riset Mikrobiologi Terapan. Dan Widya Fatriasari (649) dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk. Namun untuk lingkungan BRIN, secara urutan sejak BRIN berdiri pada 2021, keempatnya menduduki urutan ke 23, 24, 25, dan 26.

Kepada keempat Profesor Riset yang baru, Handoko merasa bangga atas capaian ini. Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa periset Indonesia mampu menghasilkan karya yang berkualitas internasional. “Tentunya hal ini dapat menjadi teladan, inspirasi, dan motivasi bagi periset lainnya untuk dapat menghasilkan hasil penelitian yang berkualitas.

Silakan Baca Juga :  SATRESKRIM BAWA PULANG SEJUMLAH MALING KE MARKAS

Iktio Plankton di Indonesia Tercatat 6 Spesies

Sehingga terus dikembangkan guna mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya. menyampaikan terkait riset iktioplankton di Indonesia tercatat 6 spesies larva ikan sidat tropis yang teridentifikasi dan terkonfirmasi melalui analisis genetika (DNA). Selanjutnya, agar riset iktioplankton dapat terus berkembang di Indonesia, maka perlu dibangun sistem basis data telur dan larva ikan yang lebih baik.

Silakan Baca Juga :  BOCAH SD TEWAS DILALAP JAGO MERAH, TERJEBAK DALAM RUMAH

Dan didukung oleh fasilitas penyimpanan koleksi iktioplankton yang memadai, sehingga dapat dijadikan sumber rujukkan iktioplankton nasional. Tentunya penggunaan fasilitas Kapal Riset dan laboratorium riset akan sangat mendukung riset iktioplankton.

Yenny Meliana, pakar bidang Teknologi Kimia menyampaikan orasi tentang nanoemulsi dapat meningkatkan penyerapan melalui kulit sehingga memberikan hasil yang efektif. Karena memiliki sifat sensoris yang baik dengan penetrasi yang cepat dan memiliki tetesan (droplet). Yang kecil serta memiliki kemampuan dalam mengurangi kehilangan air dari kulit.

Hasil Temuan Tentang Aplikasi Nanoemulsi

Hasil temuan tentang berbagai aplikasi nanoemulsi untuk kosmetik seperti untuk firming agent, anti-aging, solid perfume, dan lainnya. Hal tersebut sangat berpeluang untuk diproduksi dalam skala industri di bidang kosmetik yang mengedepankan teknologi nanoteknologi.

Silakan Baca Juga :  SEMBAKO NAIK, DISDAGIN: FAKTOR MUSIM, JUNI MASIH HUJAN

Bambang Sunarko pakar Bidang Mikrobiologi, dalam orasinya menyampaikan hasil kegiatan bioprospeksi sumberdaya mikroba Indonesia dalam mentransformasikan senyawa nitril dan sianida. Potensi pemanfaatannya sebagai biokatalis untuk mensintesis berbagai senyawa kimia dan farmasetika, serta untuk mendetoksifikasi senyawa nitril yang toksik di lingkungan. Hasil ini diharapkan dapat digunakan sebagai landasan untuk pengembangan dan penerapan proses bersih (green chemistry).

Widya Fatriasari pakar Teknologi Bioproses menyampaikan bahwa penelitian teknologi kilang hayati yang efektif terus tumbuh yang bertujuan untuk meningkatkan rendemen. Penciptaan teknologi lebih ramah lingkungan dan penurunan aspek biaya. Tahapan penting dalam proses konversi biomassa menjadi bioproduk berbasis selulosa dan lignin adalah fraksionasi/praperlakuan, hidrolisis, fermentasi dan peningkatan mutu.

Teknologi yang dikembangkan berkontribusi dalam penerapan konsep kilang hayati dalam penyediaan energi terbarukan dan biomaterial berkelanjutan secara ekonomis.

Editor : Sehe Tamalene

About Sehe Sinergi

Tinggalkan Balasan