Di sinilah konsep batas takdir bekerja. Manusia boleh mengolah sawah, membuka ladang, membangun rumah. Namun ada garis yang tidak dilampaui. Garis ini tidak tertulis dalam hukum formal, tetapi tertanam dalam rasa. Pelanggaran terhadapnya bukan hanya merusak alam, tetapi juga meretakkan keseimbangan batin manusia sendiri.

