(Sebuah Tafsir tentang Tumbuhan dan Jiwa Kebudayaan Sunda)

Jika suatu hari hanjuang kembali tegak di halaman-halaman rumah, di taman kota, dan di lembar-lembar batik yang dikenakan dengan bangga, itu menandakan satu hal, bahwa masyarakat memilih berdamai dengan akarnya. Dunia boleh berubah cepat. Teknologi boleh melesat jauh. Namun selama akar tetap terjaga, pertumbuhan akan memiliki arah.

Harmoni Agama dan Teknologi
Berita, Buletin Kebudayaan, Keagamaan, Kebudayaan dan Pariwisata, OPINI  

Harmoni Agama dan Teknologi

Indonesia, dengan keragaman iman dan tradisi, memiliki modal etis yang kuat untuk menanggapi tantangan ini. Dialog lintas agama bukan sekadar wacana elitis, melainkan kebutuhan akar rumput. Di tengah percepatan teknologi, agama-agama di Nusantara dipanggil untuk duduk bersama, menyepakati batas, merawat makna, dan memastikan AI tetap menjadi pelayan, bukan penentu jalan rohani manusia.

Membangun Cimahi dari Budaya: Revitalisasi Infrastruktur untuk Melompatkan IPK
Berita, Buletin Kebudayaan, Kebudayaan dan Pariwisata, OPINI  

Membangun Cimahi dari Budaya: Revitalisasi Infrastruktur untuk Melompatkan IPK

Oleh: Fajar Budhi Wibowo.
Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC), yang pada keberadaanya terus menggeliat, harus berperan sebagai salah satu unsur forum pengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Dari 19 perusahaan yang aktif dalam forum TJSL kota (DPMPTSP Kota Cimahi, 2024), DKKC dapat andil dalam menyusun proposal bankable untuk mendanai pilot project bidang pemajuan kebudayaan, seperti revitalisasi Gedung Societet atau program “Sabtu Budaya” di tiap kelurahan maupun program ikonik lainnya.

Perspektif Bias Pembangunan Kebudayaan Jawa Barat, termasuk Kota Cimahi

Perspektif Bias Pembangunan Kebudayaan Jawa Barat, termasuk Kota Cimahi

Pembangunan kebudayaan semestinya diposisikan sebagai nadi utama pembangunan, bukan tempelan kegiatan seremoni. Ajip Rosidi pernah menulis bahwa “kebudayaan adalah pengetahuan tentang hidup yang dibentuk oleh pengalaman panjang masyarakatnya.” Dalam konteks Cimahi dan Jawa Barat, pernyataan ini bukan sekadar renungan, tetapi panggilan. Tanpa integrasi kebudayaan dalam visi pembangunan, maka Smart City hanya akan menjadi kota cepat, bukan kota cerdas.

Seni: Cermin Rasa, Nalar, dan Zaman

Seni: Cermin Rasa, Nalar, dan Zaman

Banyak orang mengira seni itu indah jika menyenangkan mata. Namun seni justru melampaui persepsi visual yang menyenangkan. Ia bisa hadir sebagai sengatan sunyi yang mengguncang kesadaran. Ia tidak selalu menyajikan ketenteraman, kadang justru menampar, membangunkan, bahkan melukai dengan cara yang luhur. Dalam kehadiran senyapnya, seni menjadi seruan, pengingat, dan penanda zaman yang tak bisa diabaikan.

Komunitas Perempuan Berkebaya Gelar Diplomasi Budaya Pada Peringatan Hari Kebaya Nasional 2025

Komunitas Perempuan Berkebaya Gelar Diplomasi Budaya Pada Peringatan Hari Kebaya Nasional 2025

Dengan semangat kolaborasi, kegiatan mendapat dukungan dari lembaga, tokoh, komunitas, dan media yang memiliki cinta yang sama pada warisan budaya bangsa. Dari awal hingga akhir, setiap detik seperti jahitan halus dalam kain kebaya, membentuk narasi utuh tentang siapa kita. Ke mana akar budaya ini akan dibawa di masa depan.

Belajar Dari Jejak Peradaban

Belajar Dari Jejak Peradaban

Dalam kehidupan kita sehari hari terpampang suatu fenomena, di satu sisi terbentang warisan leluhur: kitab-kitab tua, pahatan batu, alat musik tradisi, cerita yang bernilai sejarah yang menggambarkan tokoh dan peristiwa masa lalu. Di sisi lain, menjulang bangunan modern, bayangan kota yang hingar bingar dengan penanda perlengkapan kehidupan sehari hari yang berteknologi canggih yang menjadi simbol zaman.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

Untuk lebih lengkapnya, silakan hubungi kami

Melayani Seluruh Indonesia, info lengkap hubungi kami

banner 728x90
Optimized by Optimole