Indeks

(Sebuah Tafsir tentang Tumbuhan dan Jiwa Kebudayaan Sunda)

Jika suatu hari hanjuang kembali tegak di halaman-halaman rumah, di taman kota, dan di lembar-lembar batik yang dikenakan dengan bangga, itu menandakan satu hal, bahwa masyarakat memilih berdamai dengan akarnya. Dunia boleh berubah cepat. Teknologi boleh melesat jauh. Namun selama akar tetap terjaga, pertumbuhan akan memiliki arah.

Julang Ngapak: Pengetahuan dan Teknologi Tradisional Arsitektur Sunda

Pelestarian rumah Julang Ngapak harus dilakukan secara holistik, mencakup aspek Pengetahuan dan Teknologi Tradisional. Dengan memadukan warisan budaya dengan inovasi modern, rumah adat ini dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Nilai Lokal sebagai Penjaga Batas Moral

Penulis: Fajar Budhi Wibowo
Koordinator Umum LSM KOMPAS (Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi) / Analis Kebijakan Publik, Pembangunan Wilayah Urban & Keberagaman / Pusat Studi Budaya dan Sejarah “Sanghyang Hawu” / Pendiri Komunitas EtnoSains Nusantara / Konsultan Utama di EtnoSains / Aktivis Pemerhati Kebudayaan & Pengetahunan Tradisional Nusantara/ Peneliti Independen Kepemimpinan Berbasis Kearifan lokal / Peneliti Utama Wiyata Mandala Satria Praja / Direktur PT. Fajar Besinergi Wiraksara.

Kampung Bena, Warisan Megalitik di Tengah Pegunungan Flores

SinergiNews – Flores. Kampung Bena, yang terletak di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah…

Indonesia dan India Perkuat Diplomasi Lewat Program Budaya 2025-2028

India telah menunjukkan komitmennya dalam perlindungan warisan budaya dunia, seperti yang tertuang dalam Kashi Cultural Pathway. Hal ini menjadi dasar kerja sama untuk mengembalikan benda-benda budaya sebagai bagian dari diplomasi inklusif,” jelas Fadli Zon.

Berita, Buletin Kebudayaan, Lingkungan, OPINI, Pengetahuan Tradisional  

Harmoni Manusia dan Teknologi Tradisional

Julang Ngapak mengajarkan bahwa teknologi terbaik adalah yang tahu diri. Tahu kapan melindungi, kapan membuka, kapan berhenti. Di tengah revolusi baru yang sering lupa bertanya “untuk apa” dan “untuk siapa”, kearifan arsitektur Sunda menawarkan jawaban yang tenang namun tegas.

IPTEK Berbasis Keadiluhungan Adat

Penerapan model pengelolaan hutan berbasis komunitas saat ini mulai hidup kembali, meniru langkah bijak nenek moyang dan leluhur kita. Padahal, seringkali banyak pihak memandang sebelah mata pada para praktisi kearifan lokal, dengan anggapan tidak relevan dan primitif atau kuno.

Melayani Seluruh Indonesia, Info Lengkap hubungi kami

Melayani Seluruh Indonesia, info lengkap hubungi kami

Optimized by Optimole
Exit mobile version