Sukun bukan sekadar pangan, tetapi kunci menuju ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan Indonesia. Melalui agroforestri sukun, kita wujudkan revolusi hijau untuk masa depan pangan nasional. Hilirisasi sukun membuka peluang ekspor dan pemberdayaan petani, menuju Indonesia mandiri.
Negara Tuan Tanah, Klaim Palsu atas Ruang Hidup
“Negara tak pernah menciptakan tanah; tapi hanya mengelola amanat kedaulatan rakyat”, menjadi kredo penegasan ulang fondasi republik. Tanah bukan ciptaan negara, melainkan pra-kondisi eksistensi kebangsaan yang harus dikelola sebagai amanat. Ketika klaim “pemilik mutlak” diucapkan pejabat, di situlah terjadi pembunuhan metaforis terhadap jiwa konstitusi: penghianatan terhadap sumpah “untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia” dalam Pembukaan UUD 1945.
Kota Cimahi Butuh Sekda yang Tepat
Sekretaris daerah adalah mitra kolaborasi kepala daerah. Posisi dan jabatan yang sangat krusial dalam menentukan keberhasilan pencapaian visi dan misi kota. Pada momentum ini, Wali Kota Cimahi menghadapi tuntutan untuk dapat menghadirkan sosok yang tepat.
Tiga Calon Sekda Cimahi Bersaing Ketat
Proses seleksi yang digelar sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS ini menghasilkan tiga nama unggulan
Perspektif Bias Pembangunan Kebudayaan Jawa Barat, termasuk Kota Cimahi
Pembangunan kebudayaan semestinya diposisikan sebagai nadi utama pembangunan, bukan tempelan kegiatan seremoni. Ajip Rosidi pernah menulis bahwa “kebudayaan adalah pengetahuan tentang hidup yang dibentuk oleh pengalaman panjang masyarakatnya.” Dalam konteks Cimahi dan Jawa Barat, pernyataan ini bukan sekadar renungan, tetapi panggilan. Tanpa integrasi kebudayaan dalam visi pembangunan, maka Smart City hanya akan menjadi kota cepat, bukan kota cerdas.
Seni: Cermin Rasa, Nalar, dan Zaman
Banyak orang mengira seni itu indah jika menyenangkan mata. Namun seni justru melampaui persepsi visual yang menyenangkan. Ia bisa hadir sebagai sengatan sunyi yang mengguncang kesadaran. Ia tidak selalu menyajikan ketenteraman, kadang justru menampar, membangunkan, bahkan melukai dengan cara yang luhur. Dalam kehadiran senyapnya, seni menjadi seruan, pengingat, dan penanda zaman yang tak bisa diabaikan.
Anak sebagai Cahaya, Suara Sunyi dari Masa Depan
Hermana menyebut anak sebagai “pewaris senyap yang menanti dibangunkan oleh panggilan kebudayaan.” Bila kita abai, warisan budaya akan putus di satu generasi. Maka ia tak lelah menegaskan bahwa strategi budaya tidak bisa hanya menyoal program, aset, atau peristiwa, tetapi harus menyoal siapa yang akan hidup bersama budaya itu di masa depan. Dan jawabannya, tentu, anak-anak.
Gaji PNS Cair 1 Agustus, Ini 4 Tambahan Penghasilan Resmi dari Pemerintah
Tambahan penghasilan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas kinerja, kedisiplinan, dan beban kerja ASN. Empat jenis tambahan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 39 Tahun 2024.
Aki Balangantrang: Sunyi di Ujung Takdir – (Naskah Drama Monolog)
Karya: Fajar Budhi Wibowo – Pusat Studi Budaya dan Sejarah “Sanghyang Hawu” (2015) SinergiNews –…
Banjir Bandung Rendam Ratusan Rumah
Bandung, SinergiNews – Hujan deras sejak Rabu malam (16/7/2025) memicu banjir di Gedebage dan Rancaekek,…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

