TAK DIBAYAR- Suasana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, kini mati suri. (Ramadhan L Q/wartakotalive)
Sunda Wiwitan: Menjaga Napas Leluhur Sunda
Oleh: Tim SinergiNews – 23 Maret 2025 Di tengah perbukitan Kuningan dan hutan Kanekes, Sunda…
Dewan Kebudayaan dan Dewan Kesenian: Pilar Pemajuan Budaya
Dewan Kebudayaan ataupun Dewan Kesenian menjadi krusial—bukan sebagai penghasil karya seni, tetapi sebagai arsitek kebijakan dan penggerak sistem yang memastikan kebudayaan tetap lestari, berkembang, dan berdaya saing.
Dewan Kebudayaan dan Dewan Kesenian adalah wadah untuk para pemikir, konseptor, dan legislator dalam dunia kebudayaan. Ia tidak mencipta seni, tetapi mencipta kebijakan yang memungkinkan seni berkembang.
Mereka bukan panggung pertunjukan, tetapi tangan yang membangun panggung itu agar para seniman dan komunitas budaya dapat berkarya dengan dukungan yang layak.
Dewan Kebudayaan atau Dewan Kesenian, bukanlah tangan yang menggambar, bukan suara yang menyanyi, bukan kaki yang menari.
Ia adalah roh yang memastikan semua itu dapat terjadi dengan sistem yang matang. Ia adalah penggerak, bukan pencipta—tetapi tanpanya, penciptaan bisa kehilangan arah dan keberlanjutan.
Nilai Lokal sebagai Penjaga Batas Moral
Penulis: Fajar Budhi Wibowo
Koordinator Umum LSM KOMPAS (Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi) / Analis Kebijakan Publik, Pembangunan Wilayah Urban & Keberagaman / Pusat Studi Budaya dan Sejarah “Sanghyang Hawu” / Pendiri Komunitas EtnoSains Nusantara / Konsultan Utama di EtnoSains / Aktivis Pemerhati Kebudayaan & Pengetahunan Tradisional Nusantara/ Peneliti Independen Kepemimpinan Berbasis Kearifan lokal / Peneliti Utama Wiyata Mandala Satria Praja / Direktur PT. Fajar Besinergi Wiraksara.
Gerakan Kang Dedi Mulyadi dan Pembangkitan Kesadaran Nasionalisme Ekologis Sunda
Penjajahan tak selalu berwujud rantai dan senapan. Kadang ia menyusup dalam pikiran, menjalari kesadaran seperti racun yang perlahan melumpuhkan daya pikir dan keberanian untuk mempertanyakan.
Pelestarian budaya bukan sekadar ritual seremonial, melainkan upaya membangun karakter manusia yang mandiri, berpikir bebas, dan tidak tersandera oleh dogma yang membelenggu.
Bumi bukan hanya hamparan tanah yang bisa dieksploitasi sesuka hati. Ia adalah ibu yang telah memberi kehidupan, yang airnya mengalirkan sejarah, yang pepohonannya memayungi peradaban. Maka ketika tangan-tangan rakus mencabik-cabik alam demi keuntungan sesaat, Kang Dedi tak tinggal diam.
Membangun Harmoni: Menyulam Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Keberagamaan Kota Cimahi
Cimahi adalah rumah bagi ribuan cerita, tempat berbagai harapan bertemu dalam satu ruang yang sama.
Gebrakan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat
Program ini bertujuan meningkatkan disiplin, rasa tanggung jawab, serta nasionalisme di kalangan generasi muda.
Harmoni Manusia dan Teknologi Tradisional
Julang Ngapak mengajarkan bahwa teknologi terbaik adalah yang tahu diri. Tahu kapan melindungi, kapan membuka, kapan berhenti. Di tengah revolusi baru yang sering lupa bertanya “untuk apa” dan “untuk siapa”, kearifan arsitektur Sunda menawarkan jawaban yang tenang namun tegas.
Fadli Zon Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Boleh Abaikan Program Prioritas Kebudayaan
“Kami setuju dengan efisiensi, tetapi tidak boleh mengorbankan esensi pemajuan kebudayaan. Kami akan mencari skema pendanaan alternatif seperti public-private partnership, filantropi, dan kerja sama lainnya,” ujar Fadli.
Menteri Kebudayaan Terima Hibah 47 Arca Warisan Go Tik Swan
Puluhan arca ini merupakan koleksi Go Tik Swan yang dikumpulkan dari tahun 1950 hingga 1980. Bentuknya beragam, mulai dari patung dewa-dewi hingga monumen, yang merupakan peninggalan abad ke-8 hingga ke-14 Masehi.
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

