Indeks
Lihat Berdasarkan Tanggal
BPK Jawa Barat Kemenbud RI Sentuh Siswa dan Alumni SMKN 4 Bandung Pada Revitalisasi dan Pewarisan Pengetahuan Tradisional

BPK Jawa Barat Kemenbud RI Sentuh Siswa dan Alumni SMKN 4 Bandung Pada Revitalisasi dan Pewarisan Pengetahuan Tradisional

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Pengetahuan Tradisional, sebagaimana diamanatkan UU No. 5 Tahun 2017, dapat dihidupkan kembali melalui pendekatan vokasi dan inovasi pasar

Dadan Kurnia: “Budaya yang Tidak Diwariskan Akan Mati”

“Segenap ilmu yang dari peroleh dari pelatihan dan pewarisan ini, sebarkanlah. Sebab budaya yang tidak diwariskan akan mati.” Kalimat penutup dari modul pelatihan itu benar-benar hidup di sela-sela kegiatan yang digagas oleh Dadan Kurnia sekaligus sebagai Ketua Panitia. Kegiatan yang menggandeng Ikatan Keluarga Alumni SMKN 4 Bandung dan OSIS ini mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah.

Revitalisasi Tanaman Hanjuang sebagai Identitas Sunda

(Sebuah Tafsir tentang Tumbuhan dan Jiwa Kebudayaan Sunda)

Jika suatu hari hanjuang kembali tegak di halaman-halaman rumah, di taman kota, dan di lembar-lembar batik yang dikenakan dengan bangga, itu menandakan satu hal, bahwa masyarakat memilih berdamai dengan akarnya. Dunia boleh berubah cepat. Teknologi boleh melesat jauh. Namun selama akar tetap terjaga, pertumbuhan akan memiliki arah.

Sebungkus Baso Tahu dan Masa Depan Kebudayaan Kita

Apa yang dilakukan Eka Suryani bukan tempelan budaya pada usaha kecil. Sosok ini sedang menjalankan ekonomi berbasis pengetahuan tradisional. Setiap pipiti yang digunakan adalah keputusan produksi. Setiap daun pisang yang dilipat adalah pernyataan nilai. Setiap baso tahu yang disajikan adalah hasil dari sistem yang sadar akan asal-usulnya.

Berita, Buletin Kebudayaan, Keagamaan, Kebudayaan dan Pariwisata, OPINI  

Harmoni Agama dan Teknologi

Indonesia, dengan keragaman iman dan tradisi, memiliki modal etis yang kuat untuk menanggapi tantangan ini. Dialog lintas agama bukan sekadar wacana elitis, melainkan kebutuhan akar rumput. Di tengah percepatan teknologi, agama-agama di Nusantara dipanggil untuk duduk bersama, menyepakati batas, merawat makna, dan memastikan AI tetap menjadi pelayan, bukan penentu jalan rohani manusia.

Berita, Buletin Kebudayaan, Kebudayaan dan Pariwisata, OPINI  

Membangun Cimahi dari Budaya: Revitalisasi Infrastruktur untuk Melompatkan IPK

Oleh: Fajar Budhi Wibowo.
Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC), yang pada keberadaanya terus menggeliat, harus berperan sebagai salah satu unsur forum pengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Dari 19 perusahaan yang aktif dalam forum TJSL kota (DPMPTSP Kota Cimahi, 2024), DKKC dapat andil dalam menyusun proposal bankable untuk mendanai pilot project bidang pemajuan kebudayaan, seperti revitalisasi Gedung Societet atau program “Sabtu Budaya” di tiap kelurahan maupun program ikonik lainnya.

Optimized by Optimole
Exit mobile version