Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Pengetahuan Tradisional, sebagaimana diamanatkan UU No. 5 Tahun 2017, dapat dihidupkan kembali melalui pendekatan vokasi dan inovasi pasar
Dadan Kurnia: “Budaya yang Tidak Diwariskan Akan Mati”
“Segenap ilmu yang dari peroleh dari pelatihan dan pewarisan ini, sebarkanlah. Sebab budaya yang tidak diwariskan akan mati.” Kalimat penutup dari modul pelatihan itu benar-benar hidup di sela-sela kegiatan yang digagas oleh Dadan Kurnia sekaligus sebagai Ketua Panitia. Kegiatan yang menggandeng Ikatan Keluarga Alumni SMKN 4 Bandung dan OSIS ini mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah.
Budaya Sunda Nyaris Terdegradasi, Etnopedagogi Jadi Solusi di Sekolah dan Keluarga
Fajar menyoroti fakta dari hasil penelitiannya di bidang bahasa. “Sekiranya sekolah-sekolah di Jawa Barat mau menerapkan etnopedagogi, mengapa tidak sesekali menggunakan bahasa Sunda di pelajaran matematika atau teknik?”
Kepala SMKN 4 Bandung: Orientasi Lulusan SMK adalah Bekerja, Wirausaha juga Melanjutkan Pendidikan
“Kegiatan ini bagus sekali. SMK itu setelah lulus memang diarahkan untuk bekerja, berwirausaha, dan terakhir melanjutkan kuliah. Tidak ada pelatihan yang tidak bermanfaat, termasuk pelatihan rempah ini,” tegasnya.
Revitalisasi Tanaman Hanjuang sebagai Identitas Sunda
(Sebuah Tafsir tentang Tumbuhan dan Jiwa Kebudayaan Sunda)
Jika suatu hari hanjuang kembali tegak di halaman-halaman rumah, di taman kota, dan di lembar-lembar batik yang dikenakan dengan bangga, itu menandakan satu hal, bahwa masyarakat memilih berdamai dengan akarnya. Dunia boleh berubah cepat. Teknologi boleh melesat jauh. Namun selama akar tetap terjaga, pertumbuhan akan memiliki arah.
Sebungkus Baso Tahu dan Masa Depan Kebudayaan Kita
Apa yang dilakukan Eka Suryani bukan tempelan budaya pada usaha kecil. Sosok ini sedang menjalankan ekonomi berbasis pengetahuan tradisional. Setiap pipiti yang digunakan adalah keputusan produksi. Setiap daun pisang yang dilipat adalah pernyataan nilai. Setiap baso tahu yang disajikan adalah hasil dari sistem yang sadar akan asal-usulnya.
Komunitas Perempuan Berkebaya Gelar Diplomasi Budaya Pada Peringatan Hari Kebaya Nasional 2025
Dengan semangat kolaborasi, kegiatan mendapat dukungan dari lembaga, tokoh, komunitas, dan media yang memiliki cinta yang sama pada warisan budaya bangsa. Dari awal hingga akhir, setiap detik seperti jahitan halus dalam kain kebaya, membentuk narasi utuh tentang siapa kita. Ke mana akar budaya ini akan dibawa di masa depan.
Info Terkini Program Dana Indonesiana 2025: Ada Perpanjangan Waktu
SinergiNews – Jakarta, Juli 2025 – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola…
Julang Ngapak: Pengetahuan dan Teknologi Tradisional Arsitektur Sunda
Pelestarian rumah Julang Ngapak harus dilakukan secara holistik, mencakup aspek Pengetahuan dan Teknologi Tradisional. Dengan memadukan warisan budaya dengan inovasi modern, rumah adat ini dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
Nilai Lokal sebagai Penjaga Batas Moral
Penulis: Fajar Budhi Wibowo
Koordinator Umum LSM KOMPAS (Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi) / Analis Kebijakan Publik, Pembangunan Wilayah Urban & Keberagaman / Pusat Studi Budaya dan Sejarah “Sanghyang Hawu” / Pendiri Komunitas EtnoSains Nusantara / Konsultan Utama di EtnoSains / Aktivis Pemerhati Kebudayaan & Pengetahunan Tradisional Nusantara/ Peneliti Independen Kepemimpinan Berbasis Kearifan lokal / Peneliti Utama Wiyata Mandala Satria Praja / Direktur PT. Fajar Besinergi Wiraksara.
