SinergiNews – CIMAHI. Sebanyak 30 perwakilan organisasi masyarakat sipil (CSO) dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat mengikuti uji coba Digital Communication Toolkit yang diselenggarakan secara daring, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini dipandu melalui saluran Zoom Meeting dan juga disiarkan secara langsung (live streaming) melalui kanal YouTube SinergiNews untuk menjangkau publik yang ingin menyaksikan proses uji coba secara terbuka.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian proyek Digital Democracy Toolkit Lab kolaborasi LSM KOMPAS, FISIP UNJANI, dan FDKV Widyatama, didukung CIVICUS serta Yayasan TIFA.
Uji Coba Terbuka, Disiarkan Langsung untuk Publik
Berbeda dengan uji coba tertutup pada umumnya, kegiatan kali ini sengaja disiarkan langsung melalui YouTube SinergiNews sebagai bentuk komitmen transparansi dan keterbukaan. Masyarakat umum, jurnalis, dan pegiat advokasi dapat menyaksikan bagaimana para CSO menguji template desain, mendapatkan arahan dari tim ahli, serta memberikan masukan secara real-time.
“Kami ingin menunjukkan bahwa proses penyusunan toolkit ini tidak dilakukan di balik layar. Publik bisa melihat langsung bagaimana alat ini diuji, dikritik, dan diperbaiki oleh para penggunanya,” ujar Fajar Budhi Wibowo, M.Si., M.Hum. Project Coordinator LSM KOMPAS.
Fokus uji coba adalah pengujian 6 template desain advokasi (poster, carousel Instagram, infografis kebijakan, flyer, quote card, dan checklist keamanan visual) serta Style & Safety Guide yang telah dikembangkan berdasarkan hasil Focus Group Discussion bersama 20 CSO pada 19 Maret lalu.
Dinamika Uji Coba: Antusiasme Tinggi, Masukan Konstruktif
Diawali dengan demo langsung oleh Deden Maulana, M.Ds. dari FDKV Widyatama, para peserta langsung mempraktikkan pembuatan konten advokasi menggunakan template yang disediakan. Mereka memilih isu masing-masing.
“Peserta sangat aktif. Banyak yang sebelumnya ragu menggunakan desain karena takut melanggar etika atau hukum, tetapi setelah mencoba template dan menggunakan Pre-Publication Safety Checklist, mereka merasa lebih percaya diri,” ujar Deden.
Sesi kedua menguji Pre-Publication Safety Checklist (5 langkah: izin visual, metadata, kata berisiko, kontras/ukuran teks, dan bukti pendukung). Para peserta diminta mengevaluasi konten yang telah mereka buat. Beberapa kendala teknis muncul, seperti kesulitan menghapus metadata dan kebingungan memilih kata alternatif yang aman. Namun, pendampingan oleh tim FDKV, FISIP, dan konsultan hukum Denny Mucharam membantu peserta mengatasi hambatan tersebut.
Dalam diskusi, peserta berbagi pengalaman dan memberikan masukan berharga. Seorang peserta dari Kabupaten Bekasi mengapresiasi checklist keamanan: “Selama ini saya asal posting. Sekarang saya punya panduan konkret untuk memeriksa konten sebelum diunggah. Ini sangat membantu menghindari jeratan UU ITE.”
Hasil Kuesioner dan Tindak Lanjut
Berdasarkan kuesaner umpan balik yang diisi 30 peserta, mayoritas menilai template mudah digunakan (skor rata-rata 4,2 dari 5) dan Safety Checklist sangat membantu (skor rata-rata 4,5 dari 5). Beberapa saran perbaikan, seperti penambahan contoh teks pada template dan penyederhanaan instruksi, akan menjadi bahan revisi toolkit sebelum diluncurkan ke publik.
Fajar Budhi Wibowo menyampaikan bahwa hasil uji coba ini akan segera dianalisis untuk menyempurnakan Digital Communication Toolkit.
“Terima kasih kepada 30 CSO yang telah menjadi penguji kritis. Masukan kalian sangat berharga. Toolkit yang telah direvisi akan diujikan kembali dalam Action Lab Workshop pada 9-10 Mei 2026, di mana peserta akan mempraktikkan langsung analisis kebijakan dan pembuatan konten advokasi secara end-to-end,” ujar Fajar.
Seluruh peserta mendapatkan apresiasi berupa voucher pulsa/data sebagai bentuk terima kasih atas partisipasi dan masukan mereka.
Akses Terbuka dan Keberlanjutan
Rekaman lengkap uji coba dapat disaksikan di kanal YouTube SinergiNews. Sementara itu, Digital Communication Toolkit versi final akan tersedia secara open-access melalui LMS (https://digitoolkit.lsmkompas.id) dan GitHub repository, dengan area publik untuk modul dasar dan area terbatas untuk materi workshop. Masyarakat umum, CSO, jurnalis, dan konten kreator diharapkan dapat memanfaatkan alat ini untuk menyuarakan advokasi secara lebih aman, tajam, dan bertanggung jawab.***
Jurnalis: Dadan Kurnia
