Indeks
Lihat Berdasarkan Tanggal
BPK Jawa Barat Kemenbud RI Sentuh Siswa dan Alumni SMKN 4 Bandung Pada Revitalisasi dan Pewarisan Pengetahuan Tradisional

BPK Jawa Barat Kemenbud RI Sentuh Siswa dan Alumni SMKN 4 Bandung Pada Revitalisasi dan Pewarisan Pengetahuan Tradisional

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Pengetahuan Tradisional, sebagaimana diamanatkan UU No. 5 Tahun 2017, dapat dihidupkan kembali melalui pendekatan vokasi dan inovasi pasar

Revitalisasi Tanaman Hanjuang sebagai Identitas Sunda

(Sebuah Tafsir tentang Tumbuhan dan Jiwa Kebudayaan Sunda)

Jika suatu hari hanjuang kembali tegak di halaman-halaman rumah, di taman kota, dan di lembar-lembar batik yang dikenakan dengan bangga, itu menandakan satu hal, bahwa masyarakat memilih berdamai dengan akarnya. Dunia boleh berubah cepat. Teknologi boleh melesat jauh. Namun selama akar tetap terjaga, pertumbuhan akan memiliki arah.

Berita, OPINI, Pendidikan dan IPTEK  

Satu Data Indonesia dan Ekosistem AI

Di satu sisi, potensi manfaatnya sangat nyata. SDI yang dirancang untuk menciptakan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan adalah prasyarat bagi kebijakan yang tepat sasaran. Bayangkan AI yang dapat memodelkan dampak perubahan iklim di setiap kecamatan, atau menganalisis penyebab putus sekolah secara real-time. Bagi masyarakat sipil, akses terhadap data berkualitas ini adalah senjata baru untuk advokasi berbasis bukti, memungkinkan pengawasan anggaran yang lebih cerdas dan evaluasi program pemerintah yang independen.

Seminar Sukun Dorong Kedaulatan Pangan

Sukun bukan sekadar pangan, tetapi kunci menuju ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan Indonesia. Melalui agroforestri sukun, kita wujudkan revolusi hijau untuk masa depan pangan nasional. Hilirisasi sukun membuka peluang ekspor dan pemberdayaan petani, menuju Indonesia mandiri.

Anak sebagai Cahaya, Suara Sunyi dari Masa Depan

Hermana menyebut anak sebagai “pewaris senyap yang menanti dibangunkan oleh panggilan kebudayaan.” Bila kita abai, warisan budaya akan putus di satu generasi. Maka ia tak lelah menegaskan bahwa strategi budaya tidak bisa hanya menyoal program, aset, atau peristiwa, tetapi harus menyoal siapa yang akan hidup bersama budaya itu di masa depan. Dan jawabannya, tentu, anak-anak.

Optimized by Optimole
Exit mobile version