Indeks
Lihat Berdasarkan Tanggal
Revitalisasi Tanaman Hanjuang sebagai Identitas Sunda

Revitalisasi Tanaman Hanjuang sebagai Identitas Sunda

(Sebuah Tafsir tentang Tumbuhan dan Jiwa Kebudayaan Sunda)

Jika suatu hari hanjuang kembali tegak di halaman-halaman rumah, di taman kota, dan di lembar-lembar batik yang dikenakan dengan bangga, itu menandakan satu hal, bahwa masyarakat memilih berdamai dengan akarnya. Dunia boleh berubah cepat. Teknologi boleh melesat jauh. Namun selama akar tetap terjaga, pertumbuhan akan memiliki arah.

Berita, OPINI, Pendidikan dan IPTEK  

Satu Data Indonesia dan Ekosistem AI

Di satu sisi, potensi manfaatnya sangat nyata. SDI yang dirancang untuk menciptakan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan adalah prasyarat bagi kebijakan yang tepat sasaran. Bayangkan AI yang dapat memodelkan dampak perubahan iklim di setiap kecamatan, atau menganalisis penyebab putus sekolah secara real-time. Bagi masyarakat sipil, akses terhadap data berkualitas ini adalah senjata baru untuk advokasi berbasis bukti, memungkinkan pengawasan anggaran yang lebih cerdas dan evaluasi program pemerintah yang independen.

Seminar Sukun Dorong Kedaulatan Pangan

Sukun bukan sekadar pangan, tetapi kunci menuju ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan Indonesia. Melalui agroforestri sukun, kita wujudkan revolusi hijau untuk masa depan pangan nasional. Hilirisasi sukun membuka peluang ekspor dan pemberdayaan petani, menuju Indonesia mandiri.

Anak sebagai Cahaya, Suara Sunyi dari Masa Depan

Hermana menyebut anak sebagai “pewaris senyap yang menanti dibangunkan oleh panggilan kebudayaan.” Bila kita abai, warisan budaya akan putus di satu generasi. Maka ia tak lelah menegaskan bahwa strategi budaya tidak bisa hanya menyoal program, aset, atau peristiwa, tetapi harus menyoal siapa yang akan hidup bersama budaya itu di masa depan. Dan jawabannya, tentu, anak-anak.

Etika Spiritual di Era Kecerdasan Buatan

Di sebuah sudut kampung adat Sunda, asap kemenyan naik perlahan, menyatu dengan udara pagi yang basah. Doa tidak dibaca tergesa-gesa; ia diucap dengan jeda, dengan tubuh yang hadir sepenuhnya. Pemandangan ini terasa kontras dengan realitas hari ini, ketika kecerdasan buatan mampu “memahami” teks agama, menyarikan tafsir, bahkan menjawab pertanyaan iman dalam hitungan detik. Mesin membaca kitab, namun siapa yang beriman?

Melayani Seluruh Indonesia, Info Lengkap hubungi kami

Melayani Seluruh Indonesia, info lengkap hubungi kami

Optimized by Optimole
Exit mobile version